Laman

Kamis, 06 Januari 2011

Sejarah Muhammadiyah

Berdasarkan situs resmi Muhammadiyah, Muhammadiyah didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan di Kampung Kauman Yogyakarta pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 H/18 November 1912.

Persyarikatan Muhammadiyah didirikan untuk mendukung usaha KH Ahmad Dahlan untuk memurnikan ajaran Islam yang dianggap banyak dipengaruhi hal-hal mistik. Kegiatan ini pada awalnya juga memiliki basis dakwah untuk wanita dan kaum muda berupa pengajian Sidratul Muntaha.

Selain itu peran dalam pendidikan diwujudkan dalam pendirian sekolah dasar dan sekolah lanjutan, yang dikenal sebagai Hooge School Muhammadiyah dan selanjutnya berganti nama menjadi Kweek School Muhammadiyah (sekarang dikenal dengan Madrasah Mu’allimin _khusus laki-laki, yang bertempat di Patangpuluhan kecamatan Wirobrajan dan Mu’allimaat Muhammadiyah_khusus Perempuan, di Suronatan Yogyakarta).


Pada masa kepemimpinan Ahmad Dahlan (1912-1923), pengaruh Muhammadiyah terbatas di karesidenan-karesidenan seperti: Yogyakarta, Surakarta, Pekalongan, dan Pekajangan, daerah Pekalongan sekarang. Selain Yogya, cabang-cabang Muhammadiyah berdiri di kota-kota tersebut pada tahun 1922. Pada tahun 1925, Abdul Karim Amrullah membawa Muhammadiyah ke Sumatera Barat dengan membuka cabang di Sungai Batang, Agam.

Dalam tempo yang relatif singkat, arus gelombang Muhammadiyah telah menyebar ke seluruh Sumatera Barat, dan dari daerah inilah kemudian Muhammadiyah bergerak ke seluruh Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan. Pada tahun 1938, Muhammadiyah telah tersebar keseluruh Indonesia.

 

Senin, 27 Desember 2010

PEMBUKAAN PEKAN OLAH RAGA MADRASAH KAB TUBABAR

DRUM BAND MIM NURUL IMAN PULUNG KENCANA MEMBUKA ACARA PEKAN OLAH RAGA MADRASAH KE 1 KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT 
DRUM BAND BINAAN BAPAK M FEBRI ARYONO,M.Pd

Rabu, 22 Desember 2010

DAFTAR GURU MI NURUL IMAN

1. MUHAMMAD FEBRI ARYONO, M.Pd
2. SATRIA NOVITA, S.Pd
3. UMI MASYITOH, S.PdI
4. MUFTIHAH, S.PdI
5. ERNA ROSITA, S.Pd
6. LENI MARYANI, S.Pd
7. FERI DAHLINAWATI, S.Pd
8. RAHMA NOVITASARI, S.P.
9. JULIANA FITRIANINGSIH, S.Pd
10. KOMSIATUN, S.PdI
11. ENRIZAL, S.Pd
12. ASMIN BERUTU,S.Ag
13. ARIF SUGIYANTO, S.PdI
14. FATKUROHMAN, S.PdI
15. SUDARYO HADI,S.Pd
16. ENDAR TRIANTO, S.Pd
17. TUTI ISMUNIYATI
18. YUNI HASIBUAN, SH.

Minggu, 19 Desember 2010

Pengelolaan Sekolah Muhammadiyah

Menurut Imam, yang dimiliki oleh sekolah Muhammadiyah adalah adanya spirit kemenangan. “Fastabiqul Khairat ini spirit kemenangan, kalau ada sekolah Muhammadiyah rebut terus berarti masih berspirit jahilyah” selorohnya.

Menurut Imam, yang penting dalam pengelolaan sekolah Muhammadiyah adalah bagaimana membangkitkan etos, karena ajaran Kyai Dahlan dalam tafsir surat Al Maun adalah sebuah ajaran etos beramal , yang tentunya dalam ranah aplikasi. “ Muhammadiyah itu sudah tua, sudah punya apapun, tinggal genjot, langsung bisa ngebut” kisahnya kemudian.


Dalam masalah berjalannya aturan organisasi, Imam menyatakan bahwa asal spirit Al Maunnya masuk ke dalam pengelola sekolah, tidak perlu ada Qoidahpun tidak masalah. Bahkan, di PWM Jawa Timur, banyak diupayakan berbagai cara untuk mencari terobosan-terobosan manajemen untuk memecahkan masalah yang terjadi sebelumnya pada sekolah Muhammadiyah. “Kami dari PWM terpaksa menyurati langsung sekolah Muhammadiyah di Jawa Timur karena kalau mengirim surat melalui struktur PDM, banyak tidak sampainya ke sekolah yang dimaksud” lanjutnya.


Masalah Sekolah


Imam berkisah tentang peta masalah di sekolah-sekolah Muhammadiyah, salah satunya adalah keberadaan pimpinan Muhammadiyah yang tidak bisa berbuat sebagai sebagai pemilik “Sehingga Sekolah seperti seperti mobil angkot, sekolah jalan sendiri , karena Pimpinan Muhammadiyah tidak punya banyak waktu” terangnya.


Menurutnya perlu memperhatikan pihak-pihak yang berkaitan yaitu : Pimpinan Muhammadiya sebagai pemilik sekolah, sekolah Muhammadiyah, orang tua murid, pemerintah, dan masyarakat. Selain itu pengelola sekolah harus diupayakan bagaimana pengelola sekolah itu harus “kober, pinter, bener, seger, dan banter” yang artinya : Punya Waktu, Pintar, Benar, Segar dan juga Cepat. “Di Jawa timur, setiap tahun sekolah Muhammadiyah diperingkat” kisahnya. (arif)

 Gambar: Ruang Kelas MIM Nurul Iman Pulung Kencana
Salah satu Aset yang Perlu Dikelola dengan baik


 

Pameran Keluarga Besar Muhammadiyah di MIM Nurul Iman